Cerita Kartini ” PEREMPUAN BERKALUNG SURBAN”

Cerpen SERPIHAN CORETAN

Jadi perempuan itu harus pinter jaga diri. Terutama seorang janda, harus berani dan independent. Jangan menggantung nasib atau bantuan sama orang. Saya menjanda tahun 2018 hingga tahun kini. Jadi perempuan itu harus bersikap cuek, terutama terhadap laki-laki. Sikap cuek dan masa bodoh. Terutama bagi diriku yang Janda, jangan menarik perhatian, mengajak ngobrol, atau becanda kelewatan berduaan.

Aku mengenal laki-laki. Laki-laki itu hanya memperjuangkan perempuan yang telah dipilihnya. jika dirimu sudah tida dipilih, makan akan dibuang!

Laki-laki akan sok bersetia dengan satu perempuan. Seolah-olah suami yang setia, hanya satu-satunya istrinya. Bahkan pakai istilah “Istri syah” segala, mana ada istri yang tidak syah. Aneh-aneh saja.

Meski dalam candaan, dan saya yakin mereka tidak berani. Yang sebenarnya mereka adalah suka melihat janda cantik, yang seksi, bahenol. Bahkan mereka yang nakal punya istilah , ” Sepanjang Ora Konangan”.

Suami yang sok setia sama satu istri… Mereka membawanya dalam pertemuan kantor out door, atau piknik perusahaan atau instansi. Jika begini saya akan menjauh, saya tidak akan menyapanya. Saya tidak akan berbasa basi dengan suami-suami yang membawa istri ini. Sebab dengan membawa istri di acara out door kantor atau instansi, artinya mereka seperti mengumumkan, ” Ini istriku, jangan ganggu saya”.

Sedangkan saya lebih menghargai suami-suami yang kerja kantoran ini, acara di luar tidak membawa istri. Karena ini acara kantor, namun saya tahu suami-suami ini setia dengan istrinya, tanpa harus membawa atau mengumumkan istrinya di publik.

Hanya seorang janda yang tahu rasanya jadi janda. Kamu yang bukan janda jangan ngejudge.

Menjadi janda bukan yang dimau sendiri. Kalo suruh pilih, nggak mau menjalani peran ini. Janda, apakah kesepian? Yah, jujur saat saat tertentu, saat rindu menggigit, rindu terhadap pasangan atau kebutuhan. Kesepian tidak menjadi bumerang bagi janda, karena janda punya miliki aktivitas positif, banyak. Bekerja, bukan untuk dirinya sendiri, anak! Kebutuhan sosial dan kebutuhan untuk dihargai, berkarya. Kalaulah tidak dipancing, nggak sepi sepi amat.

Apakah janda ingin menikah? Ya bila ada kesempatan. Jujur, bukan sok setia bersama suami yang di sana. Masih ada cinta dan pengabdian untukknya. By the way kita yang di bumi merasakan, butuh dicintai disayangi.

Lantas bukan serta merta sembarang mau sama laki-laki. No, kita punya hati, punya pertimbangan, di luar kontek jatuh cinta. Ketika jatuh cinta akan bener-bener, sungguh-sungguh menghargai dan menghormati. Bila cinta itu sudah pergi, nggak gampang berpindah. Ada pertimbangan profesi, perlindungan, nafkah lahir dan batin, serta anak! Janda miliki anak, jadi pertimbangan atau keberatan. Janda punya tanggung jawab, pendidikan anak, masa depan anak, kenyamanan anak.

Apakah seorang janda suka brondong? Kata ini paling mengejek bagi janda. Kalo bukan cinta nggak akan, atau sudah pergi biarlah pergi! Seorang janda tidak akan “merusak ” anak muda dengan menggoda atau mengejar. Ada rasa kasihan, “kamu ” masih punya masa depan. Ini yang paling jujur.

Tapi di saat janda mencintai laki-laki dia akan mencintai sungguh sungguh. Ketika hanya menjadi persinggahan atau godaaan, sungguh sangat menyakitkan.

Seorang janda juga seorang perempuan. Dia miliki hati dan rasa terhormat. Janda terhormat akan menghargaimu tidak merusakmu. Miliki ketulusan yang sangat tulus. Dia akan menghargai jika katakan “Maaf” dihadapannya. Dia hanya akan menangis ……

Seorang janda adalah perempuan yang independen. Memikirkan kecukupan dapur RT, sekolah anak, masa depan anak, juga kebutuhan sendiri untuk tetap cantik bugar, bermasyarakat. Seorang janda tidak akan mengganggu suamimu! Seorang janda juga tidak akan merebut pacar orang. Apalagi pacar yang notabene belum syah. Dia akan menjauh demi cintanya, demi kamu senang, tidak terganggu atau tergoyahkan.

Tetapi seorang janda yang mencintai, kamu bilang satu-satunya, nyatanya hanya “Sephia” sungguh menyakitkan. Lebih dimaafkan , katakan saja, ” Maaf saya tidak sanggup.”

Bagaimana menjadi seorang janda adalah seni untuk hidup. Apakah menangis kesepian bila malam? Ya

Bila hati dirundung malang saja. Bukan berarti terus dikatakan haus atau gila, atau kebutuhan.

Kebutuhan ya kebutuhan disayang ….. (ironis bukan? Kasian?) , yang ada di masyarakat janda adalah gurauan, candaan.

“Bang mau kemana?”

“Cari janda”.

****

Suara hati perempuan kesepian yang menolak kesepian .Seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya. Seorang janda. Ya ini aku seorang janda. Sekarang aku mengakui sebagai janda. Status yang tidak pernah kupikirkan, kuabaikan.

Saya seorang janda dua putra. Dua putraku yang gagah , ganteng, dan berpendidikan. Rasanya sempurna menjadi perempuan.

Sebisanya menjadi orang yang bermanfaat, penuh senyum, berkarya, semangat menjalani hidup. Saya perempuan semangat menjalani hidup.

Tidak ngarep! Sebisanya menjadi perempuan yang sholihah, berharga, taat, tidak belok.

Seorang perempuan yang ditinggal pergi dan kesepian. Kesepian ini bisa jadi konotasi buruk, baiklah ini hanya catatan, curahan, untuk menjaga kewarasan. Seorang yang membenci kata kesepian dan menolak kesepian. Seorang perempuan yang membenci kata “janda” meski faktanya memang “Janda”. Menyebalkan!

Awalnya dua tahun tidak merasa “janda” karena independen, dan happy happy aja. Tetap lurus, seperti biasa, aktivitas sehari-hari. Kata ‘janda” yang identik dengan kekosongan, kesepian, dan penggoda. Apalagi jika janda ini cantik , berbuat ramah , senyum merekah, salah. Dijauhi, dianggap penggoda, atau pedekate suami orang!

Seorang perempuan yang berusaha tulus, lurus, salehah mungkin. Sekarang merasa ditolak, diabaikan!

         Motif :

Kamu harus semangat , tetap baik , tulus, tetap tersenyum.

Kamu harus dekat sama Allah, satu-satunya pelindung dan penjaga. (Antalogi Penerbit Alineaku _ Kartini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *