PERJALANAN

Nikmatun, Sragen 5 Juli 2017 Hidup ini Seakan naik kereta atau Bus Perjalanan panjang Ada awalan ada tujuan Panjang Tapi ada titik tujuan Akhir hayat besok “Urip iku mampir ngombe” Jare Simbah “Urip kuwi kari ngenteni” Jare Kakung Mongko ojo Semeno meno Jangan asal usul Atau usul asal Tujuan akhir stasiun pertanggungjawaban Terminal pengampunan Gusti, […]

Continue Reading

Puisi untuk Adik

Rogo jampi 5 Juli 2017, Nikmatuniayah Setahun lalu kau menangis kala bunda berpamitan pulang. Kini kau pamitan terlebih dulu sebelum bunda mohon diri. Tatkala berjumpa denganmu di jalan, kau hanya bersalaman dengan gagah, karena disampingmu ada sahabatmu. Tahukah Nak Sekarang bunda yang menangis Ingin kupanggil kembali Kau tak toleh lagi Kukejar dirimu, sekedar memeluk atau […]

Continue Reading

KETIKA SENDIRI

Engkau satu temanku yang tulus Engkau satu temanku yang setia Ketika aku melakukan satu kesalahan, yang bukan salahku Entah apa namanya, nasib naas barangkali Dan kau pun marah padaku Menudingku! Aku merasa sendiri di alam sini Karna teman pun tiada yang tulus Karir pun tiada berpuji Aku merasa sendiri Tenggelam! Rasanya aku menghilang saja Aku […]

Continue Reading

Shubuh

Oleh Nikmatuniayah, Gontor 16 April 2017⁠⁠⁠⁠ Gelap Petang Shubuh bergema Surau surau berkumandang Assholaatu minan naum Assholaatu minan naum Melek Gegas Basuh tanganmu, mukamu Hidung, telinga, rambut, kaki Ini kampung santri Ribuan surau bergema Allahu Akbar Allahu Akbar Ini kampung santri Molekul molekul cairan tubuhmu membentuk kristal kristal ilahiyah Tujuh tahun di sini Hormon tubuhmu […]

Continue Reading

Kereta Ekonomi

Oleh Nikmatuniayah, Glenmore 14 April 2017 Sehari sudah kulewati Dari subuh hingga lewat Isya Desa, Kota, Ngarai, Sawah, rumah kumuh kulalui Purwosari, Madiun, Gubeng, Jember, Kalisat, Kalistail,Kalibaru, Temu guruh, Rogojampi Kereta Ekonomi, Kereta yang dikalahkan Berdampingan bakul pasar, makelar, blantik, sales, mahasiswa, anak sekolah, pegawai negeri Ini kereta rakyat, kereta yang dikalahkan Kearifan lokal ada Tegur […]

Continue Reading

Lelaki Pilihan

Oleh Nikmatuniayah, Tembalang 12 April 2017 Ada barisan laki laki Satu segagah Adam Dua semolek Yusuf Tiga sekaya Sulaeman Empat sewibawa Daud Lima berkarya ala Nuh Syukur tak ada lagi dengki Aku tidak iri pada mereka Lelaki pilihan Lelakiku pilihan: Ikhlas Narimo Suka dan bangga kawan Setia setulus hati Bagaimana tak yakin, hidupmu tanpa fb, […]

Continue Reading

BEJANA KOSONG

Oleh: Nikmatuniayah, Pulesari 1 H 1438 H               Sombongnya raga ini Yang berasa berakal tinggi Padahal di atas gunung masih ada gunung   Tingginya hati ini Yang berasa beramal ‘tuk orang papa Padahal amalan selalu berkurang kurang jika disebut   Susahnya untuk ikhlas; seperti semut hitam yang meniti batu hitam […]

Continue Reading

PUISI HARAPAN

Oleh: Nikmatuniayah, Semarang 30 September 2015 Aku tidak tahu bagaimana nanti Aku tidak yakin selesai nanti Sepertinya aku ikut angin saja atau barangkali arus saja Walau bagaimana  nantinya pamungkas akhirnya Tapi lebih baik dari pada tidak Aku ikut arus angin baik ini Walau bagaimana ketidaktahuan ini Apakah sampai akhir atau tidak Aku punya keyakinan Seperti ikan […]

Continue Reading

JENDELA SHOLAWAT

Oleh: Nikmatuniayah, Lamper 26 September 2016 Meski tak pantas Aku memang tak pantas Amalku selalu berkurang kurang, karena ria   Tapi aku umatmu ya Muhammadku, Kau dulu sudah berjanji, “Ummati Ummati”   Aku satu dari umatmu yang berjarak Berabad darimu Memohon belas kasihmu Karena aku mengkhasihimu Di sana jendela Sorgamu Lihat aku ditinggal   Ingat aku […]

Continue Reading

Syukur

Oleh: Nikmatuniayah, Pulesari 21 Maret 2017 Kamu manusia yang masih utuh Tanganmu dua Kakimu dua Matamu dua Otakmu sehat tidak gila Mengapa merasa gelap masa depanmu? Harga dirimu masih utuh Kamu belum pernah menipu, belum pernah tertangkap karna mencuri Syukuri apa yang ada: Rumah kecil di tepi tebing Pedati tua warisan orang tua Pohon di sekililing […]

Continue Reading