
Hari Jumat ini ada pemeriksaan Tes Iva dan kanker rahim. Aku daftar , gratis melalui Darmawanita Persatuan. Dapat nomer tengah antri menunggu dengan sabar. Berikutnya dipanggil dan diperiksa. Diminta mengangkang dan duduk berbaring seperti mau melahirkan. Aku sudah lupa bagaimana melahirkan.
Dibersihkan lalu diberi gel. Pertama Nakes menggunakan alat pendeteksi yang bentuknya bulat lonjong ukuran timun. Pelan-pelan ya … ternyata sakit rasanya, seperti pertama kali senggama.
Maaf ya , sudah berapa lama tidak HS? Hampir 10 tahun. “Sudah masuk buk?” Belum baru separo. Ternyata sakit , hampir menangis.
“Gimana mau dilanjut apa berhenti?”
Aku ragu, sudah nangungg, lanjut. Ketika tahu sudah lama menjanda tidak HS, dan aku tidak pernah pakai alat-alat. Akhirnya yang kedua diganti dengan ukuran lebih kecil , seukuran lipstik.
Meski sakit masih bisa kutahan. Aku tidak tahu bakalan sakit, seperti perawan yang belum terjamah. Aku menangis dan mengerti, mengapa aku gagal dalam percintaan. Tuhan lebih tahu, memang aku tidak sanggup secara fisik, semangatnya saja yang muda.