SKENARIO FILM PENDEK 02 “JUST BE HONEST”

SKENARIO FILM RBSM

FILM KPK

JUST BE HONEST (JUJUR SAJA)

Tokoh : Vania, Nikmah, Livia, Hafiz, Khanza, Rumaisha, Adit, Adam, Bu Dar, Mama Khansa, Mbak Kun, Joti  

TAKE 1

Setting Warung Bu Dar

Bu Teguh  : Viaa ibuk mau pergi arisan nih sudah telat.  Tolong jagain warung, kalo ada yang beli layani baik baik.

Via        : Siaap buk. (Via menuju ke warung)

Saat menungguhi warung . Tak berapa lama kemudian datang ibuk-ibuk belanja.

Bu Dar  : Ibukmu mana kok kamu yang jaga?

Via        : Arisan bu. Ibu mau beli apa?

Bu Dar   : Beras sekilo

Via         : Nggak dua kilo bu?

Bu Dar   : Tanggal tua, cepet selak jemput anak TPQ.

Via mulai menimbang beras 1 kilo. Begitu mau anget tiba-tiba Bu Dar ditelpon.

Anak telpon: kriing kriiing Mah Mah…..

Bu Dar     : Iya iya opo tho ki kok ribut anak ini.

(Sementara Bu Dar sibuk menerima telpon, Via mengambil sebagian beras lalu disimpan dalam bagor bawah meja)

Anak       : Perutku sakiit Mah, cepat jemput !

Bu Dar  : Ya ya sabaar bentar nunggu timbangan ki lho. (Menoleh pada Via) Eh cepet anakku perutnya sakit.

Via       : (dengan tenang membukus) Ya bu siap. Ini ya bu terimakasih sudah datang di warung kami.

Tak berapa lama datang Mbak Kun dan Khansa, anaknya. Datang melihat-lihat barang lalu memesan beras 2 kilo.

Mbak Kun : Vi timbangke beras 2 kilo.

Via           : Nggih

Sementara Via menimbang, tiba-tiba Khansa rewel. Sambil menarik-narik baju ibunya.

Khansa  : Buk ….buk minta itu ..

Mbak Kun : Apa ? (sambil menuju barang yang ditunjuk. Sementara Mbak Kun berjalan cepat Via mengambil beras timbangan untuk disembunyikan di bawah kolong meja)

Khansa  : Ini buk Khansa pingin banget (sambil memegang jajan yang dimaksud)

Mbak Kun : Oalaah ya ya ambil satu aja. Ibuk lagi nggak punya duit tanggal tua.

Via      : Ini buk berasnya sudah siap. Beras kualitas bagus lho bu diseleb dari rumah eyang sendiri di Purwodadi.

Mbak Kun : terimakasih. Ayoh Khansa ayah mau pulang kerja (sambil menggandeng Khansa)

Selang kemudian datang Adit belanja beras.

Adit : Mbak Vi aku disuruh Emak beli beras satu kilo.

Via  : Ya sebentar tunggu (sementara Via mulai menimbang dia mengalihkan perhatian Adit dari jangkauan timbangan, karena dia mau mengambil sebagian untuk kepentingan sendiri)

Via    : Eh, Dit ada barang baru bagus-bagus tuh di sana.

Adit : Mana Mbak?

Via  : Itu lho sanaa punya mata masa nggak liat. Maju terus lima langkah, belok kiri lha dah duduk.

Adit mengikuti petunjuk lalu liat barang-barang tersebut.

Adit  : Mbak boleh utang? Please Mbak besok tak bayar ya ya?

Via   : Nggak boleh, yang kemarin aja belum dibayar mau utang lagi! (ketus)

——————————————————————————

Malam hari Via sibuk menyimpan beras hasil sembunyiannya. Tiba-tiba dia ingat kalo besok di rumah baca ada ulangan Kak Vania. Tapi rasanya dia ngantuk sekali (menguap). Dia berpikir keras bagaimana dapat nilai bagus. Akhirnya dia punya ide buat contekan kecil

TAKE 2

Setting : Rumah Baca Sampun Maos

Besoknya di rumah baca Sampun Maos. Anak-anak sudah siap di meja masing-masing. Kak Vania menuliskan soal di papan tulis.

Vania    :Anak-anak ini ada soal tolong dikerjakan. Tas dan buku disimpan tidak boleh nyontek. Di atas meja hanya ada alat tulis aja.

Anak-anak: Siaap Kak!

Mereka mulai sibuk mengerjakan soal, berpikir dengan gaya masing-masing. Ada yang usap2 kepala, pegang hidung , menari2 bolpen dll. Via mulai mengambil contekan, lalu disalinnya ke lembar jawaban. Tengah menyalin jawaban, tinggal nomer terakhir , Kak Vania datang mendekat.

Vania   : Hayoo apa tuh kok kayak ada kertas diumpetke?

Cepat Via melempar contekan itu ke meja sebelah , punya Hafiz.

Vania  : (Mengambil kertas contekan) Hafiz kamu nyontek ya?

Hafizh  : Nggak Kak sumpah .

Vania  : Lha ini buktinya

Hafizh : bingung …..

Vania  : Hafizh ayo berdiri di sana nyanyi lagu “Balonku” vokalnya diganti “U” sambil goyang.

Via senyum-senyum penuh kemenangan.

Hafizh mulai menyanyi disoraki teman-temannya “Huuu huuu huu!”

——————————————————————————————

TAKE 3

Setting Rumah Gudang Beras

Hari lain simpanan beras sudah mencukupi untuk dijual. Via membungkus beras itu dalam karung. Lalu dia pergi ke gudang beras untuk dijual.

Via       : Mas ini aku bawa beras dua karung.

Saddam: Waah, banyak banget panen di mana?

Via        : Di Pasar

Saddam : Hah? Di Pasar?

Via        : Eh, anu habis nyeleb di rumah embah he he.

Saddam  menimbang lalu menyerahkan uang kepada Via. Via menerima dengan senang hati.

Via        : Lumayan

Saddam : Besok datang lagi ya berasnya bagus (sambil ngacung jempol)

——————————————————————————————————

TAKE 4

Setting : SMART

Via bawa uang banyak pergi ke Smart. Dia membeli barang-barang alat tulis cantik , sibuk memilih-milih.

                Via  menyerahkan barang ke kasir , lalu kasir (Joti) menyescan harga.

Joti     : Uangmu banyak Dek.

Via      : Habis panen Mbak.

Joti      : panen? Apa?

Via       : Beras. Kan aku punya sawah yang luaaaas (sambil merentang tangan) seluas laut samudra. He he

Joti        : Hah? (sambil menyerahkan barang) ini

———————————————————————————————————–

TAKE 5

Setting Rumah Baca esoknya

Via sedang pamer barang-barangnya ke teman-teman.

Via        : Ki lho aku dhuwe barang-barang apik ki lhoo (sambil membeberkan barang-barangnya buku tulis, pensil, bando dll)

Hafiz      : Waaaah keren apik men Mbak. Iki tuku ning endi Mbak?

Via          : Singapur

Hafiz        : Hah

Rumaisha : Bando iki Mbak? Tuku ning endi?

Via            : Amerika ha ha

Rumaisha : Koyo ngene mosok tuku ning Amerika

Via           : Rak percoyo yo wes

Adit          : Mbak iki regane piro ? ( sambil pegang bolpen)

Via            : limang juta

Adit          : Hah ? Ngapusi

Via           : Lha kui bolpen jaib kok. Tinggal dicete jawabane mlaku dewe he he.

Datang Kak Vania seketika anak-anak diam.

Kak Vania membawa beberapa jajan dan minuman rentengan lalu di taruh di meja.

Kak Vania : Anak-anak ini Kak Vania bawa jajanan dan miuman ….. (belum selesai bicara)

Hafizh  : Asyiiik     

Adit     : Enaak enaak nyaam nyaam

Kak Vania : sek sebentar dengerin dulu. Barang ini bukan dibagi gratis ….

Semua : Halaaaah (kecewa) sambil nepuk jidat

Kak Vania : Dengerin sek tho. Kak Vania mau bikin Warung Kejujuran.

Khansa : Warung Kejujuran? Apa tuh Kak?

Kak Vania: Ini Warung punya kita rumah baca. Nanti masing-masing barang akan dilabeli harga, nanti kalian kalo mau belanja tinggal lihat daftar harga terus bayar sendiri masukin kaleng nih uang (sambil pegang kaleng).

Via : Warungnya nggak ada yang jaga ya Kak (senyum-senyum mulai punya pikiran negatif)

Kak Vania : Lha ini namanya warung kejujuran. Artinya kita harus jujur dalam membayar meskipun nggak ada yang jaga. Mengerti?

Semua : Mengerti Kak.

————————————————————————————————————

TAKE 6

Setting Rumah Baca Sampun Maos

Hari esok ketika warung kejujuran sudah siap. Via berniat belanja

Via        : (milih jajanan) Yang mana ya. Ini ah (lalu dimakan dengan enaknya)

Hafizh    : (melihat) Mbak kok ora mbayar? Duite dilebokke kaleng kui.

Via          : Halaah cuma siji kok, liyane kan mbyar, paling rak ketoro.

Di Halaman anak-anak sedang main. Hafizh bisik-bisik ke Adit, bahwa beli jajannya nggak bayar. Lalu Adit membisiki Rumaisha. Rumaisha membisiki Khansa.

Tibalah akhir bulan, saat pencatatan Warung Kejujuran akan dilaksanakan. Kak Vania sudah bersiap mau menghitung uang yang ada di kaleng.

Kak Vania : Anak-anak sudah satu bulan ya warung kejujuran ini dilaksanakan. Sekarang waktunya Kakak menghitung uang dikaleng dan mencatat pemasukan.  (membuka kaleng, tapi ketika kaleng di buka ternyata kosong, tidak ada uangnya)

Kak Vania : Hah ? Kosong lho kok kosong (menoleh ke anak-anak)

Semua tolah toleh saling menyikut menyalahkan . Kak Vania geleng geleng,” Aduuuh Indonesia terserah”

————————————————————————————————————-

TAKE 7

Setting gardu tempat rumpian. Terjadi percakapan ibuk-ibuk

Mbak Kun    : Tak rasak-rasake timbangane Bu Teguh kui curang.

Bu Dar          : Heeh wingi tak timbang meneh kurang sak ons.

Mbak   Kun : Bu Teguh kui piye tho, mosok dodolan orak bener.

Bu Dar        : Iyo krungu-krungu golek pesugihan kuwi, mbiyen omahe cuilik saiki guede omah gedong.

Mama Khansa   : Opo yo ojo2 fitnah kuwi bu.

Mbak Kun : Lha iyo nak ora ngingu tuyul babi ngepet mboh.

Bu Dar       : Buktine opo bu? Lha kuwi kok cepet men omahe uapik gede, tingkat, anyar milenial.

Mbak Kun  : Kabare anake wedhok sing jenenge Via ki dudu anake yo. Anak pek-pekan adopsi.

Mama Khansa: Mosok tho bu?

(rame, masing-masing ghibah  dll)

Mama Khansa : sek-sek iki mbahas pesugihan opo beras?

Bu Dar : Ayo parani warunge labrak ae ben kapok!

—————————————————————————————————————–

Mereka beramai-ramai menuju warung Bu Teguh.

Bu Dar       : Bu Teguh ! Bu Teguh!

Mbak Kun : Wes rondho dodol ngapusi wong

Bu Teguh  : Eh ibu ibu ada apa Bu? Ibu-ibu kok keruyukan ke warung , kangen ya he he.

Mbak Kun : Kangen gundulmu!. Itu lho timbangane beras curang.

Bu Dar      : Lha ya kemarin tak timbang kurang sak ons.

Bu Teguh : (menahan sabar) Sabar-sabaar bu ibuk. Saya ndak bermaksud curang bu , bener bu.

Mbak Kun : Tapi nyatane timbangane kurang.

Bu Dar       : Beras sekilo biasanya satu minggu, mosok tiga hari habis.

Mama Khansa : Lho bu kemarin kan habis ada arisan di rumah Bu Dar.

Bu Dar   : He eh (nglimpekke) tapi tetepo curang

Bu Teguh : Begini bu kita selesaikan ini dengan cara damai. Saya usut dulu bu sebabnya nggih. Monggo ibuk ibuk kalo mau ngopi rehat sebentar masuk dalam.

Mbak Kun : Gah, aku selak masake bojoku.

Semuanya keluar

———————————————————————————————————-

Sore hari ketika Bu Teguh menyapu kamar Via, tak sengaja melongok bawah ranjang. Di bawah tersimpan satu karung beras.

Bu Teguh : Iki opo tho kok begogok ning kolong. (Diambilnya karung itu lalu dibukanya. Ternyata isinya beras). Lho beras? Beras kok ndi kii?

Bu Teguh : Viaaa

Via           : Nggih Buk

Bu Teguh : Iki opo kii kok ono beras ning ngisor kolong. Gaweane sopo ki?

Via           : Anuu anuu buk (menunduk)

Bu Teguh menghubungkan dengan demo ibuk-ibuk se RT tandi.

Bu Teguh : Kamu ngurangi timbangan ya Nak? Tadi kok ibuk-ibuk pada protes bilang kalo timbangannya kurang.

Via       : Maaf buu pingin punya uang jajan tambahan. Ampun Bu ( memegang tangan ibu)

Bu Teguh : Nggak boleh curang Nak. Meski kita susah, cari uang hanya di warung ini, kita harus jujur Nak. Uang yang kamu dapat dari ngurangi timbangan tuh nggak berkah.

Via     : (Menunduk) Ya bu maaf

——————————————————————————————————

Esoknya Via atas perintah ibuknya menaruh beras satu karung di rumah ibuk-ibuk yang demo.

Mbak Kun : Lho iki kok ono beras sak karung ning kene. Ko sopo ki? Dikirim ko malaikat yake.

Bu Dar       : Opo ki kok metungul ning kene. (Dibuka) Beras? (tingak tinguk)

Note: Boleh difilmkan dengan mencantumkan sumber referensi

Skenario by Nikmah Yuana Sampun Maos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *