SKENARIO FILM PENDEK 03 “KISAH ABU NAWAS 02)

SKENARIO FILM RBSM

FILM PENDEK ANAK PARODY SEKUEL

“KISAH ABUNAWAS 02”

TIM PRODUKSI SAMPUN MAOS

                                           Scenario & Director  :   Nikmah Yuana

                                           Camera                      :   Yusuf Tim

                                           Editor                         :  Darisman

 Cast                            :   Nikmah Yuana (Ibu) ; Khanza;              Rumaisha; Aditya; Hafiz; Vido; Ajib; Nirvan; Alam; Adelia

SINOPSIS FILM PENDEK  (Durasi 15 Mnt)

Scenes 1: POHON KERAMAT

Di sebuah desa pelosok ada pohon yang sangat besar di area kuburan umum. Pohon itu disembah orang orang desa dianggap keramat, diberi sesajen kembang dan buah buahan. Sore ini Rumaisha & Aditya bersiap sembahyang di depan pohon besar. Keduanya membawa buah-buahan. Ketika mempersembahkan, ada setan cilik (Hafiz & Ajib) mirip pocong menggoda. Vido yang alim sangat gusar berusaha menebang pohon, dan dicegah oleh setan dengan iming” besok tiap pagi di ranjang ada uang 100 rb per hari. Awalnya berjalan lancar, hari ke 4 paginya tidak ditemukan uang 100 rb, Vido marah. Sorenya mau menebang pohon dengan belati Panjang. Kali ini vido kalah karena sudah tidak Ikhlas seperti sebelumnya.

Scenes 2: JAMBANGAN PECAH

Bu Nikmah memiliki jambangan antik diruang tamu. Jambangan itu disayang, dilap tiap pagi. Tiba sore hari anak-anak berangkat ngaji dan bersenda gurau, tak sengaja jambangan itu pecah. Mereka saling tuduh tidak ada yang mengaku. Akhirnya Bu Nikmah bikin sayembara barang siapa yang mengambil lidi dan masih lurus tidak ketekuk, bearti dia pelakunya. Hafiz sangat ketakutan, dia mendapati lidinya lurus, lalu ditekuk sendiri. Akhirnya ketahuan lidi semua adalah lurus. Yang benar lurus semua.

Scenes 3 : UANG HILANG

Anak-anak pergi ngaji di Rumah Bu Nikmah. Mereka bersenda gurau , saling sombong bahwa uang sakunya paling besar. Tak sengaja uang Hafiz jatuh, Ketika di jalan baru sadar uangnya hilang. Ketika balik hari sudah gelap , dia mencari diluar atau di teras, dengan alasan lebih terang. Ditanya Rumaisha kok aneh carinya di luar bukan di dalam he he.

Scenes 4 : PERMATA PALSU

Khanza memiliki gelang permata yang sangat indah. Gelang itu sangat diminati oleh Aditya. Aditya meminjam untuk dipakai di hari ulang tahun sahabatnya. Pas dijalan ketemu teman Hafiz dan Ajib sangat tertarik dengan gelang itu dan saling Tarik, gelang itu pecah. Aditya bingung gelang itu dari permata dan sangat mahal. Aditya mencongkel celengan dan mengganti gelang permata, sampai dia bekerja jadi kuli pakai kaos bolong-bolong. Ketemu Khanza ditanya kenapa kayak begini, Khanza kaget, diberitahunya bahwa gelang itu permata imitasi belaka.

Scenes 5 : MAKAN DI LUAR

Bu Nikmah dan tiga anak ( Hafiz, Alam, Adelia). Anak-anak bosan makan di rumah terus, tahu tempe, lele terus terus. Lele goreng, lele bakar serba lele he he. Dituruti oleh Ibu Nikmah makan di luar, tapi bukan di restoran melainkan di teras rumah he he. Makannya tetap lele bakar he he.

Scenes 6 : BELATI TUA

Bu Nikmah sedang duduk-duduk didatangi Vido bertamu. Vido bilang mau mencari Belati yang sangat tua dan antik. Jika ada akan dibayar mahal 200 juta. Esoknya datang Hafiz datang menawarkan Belati tua dengan harga 100 juta. Pikir Bu Nikmah untung nih dua kali lipat. Belati itu dibeli, tapi sampai sekarang Vido tidak datang, meski di WA dan diblokir. Bu Nikmah termenung dan menyesal, datang Khanza memberitahu jika pamannya pernah ditipu dengan cara serupa.

STORYLINE FILM PENDEK

Judul: KISAH ABUNAWAS 02

Tokoh :

Ibu Nikmah  sebagai Ibuk

Anak -anak RBSM

Tokoh utama : Nikmah Yuana, Hafiz, Adit, Khanza, Rumaisha

Lokasi :

Pulesari rumah Baca Sampun Maos, rumah Mbak Lies

Kuburan Pohon Besar ( Vido)

Scenes 1: POHON KERAMAT

Tokoh : Vido, Hafiz, Ajib, Aditya, Rumaisha

Take 1 (Pohon Besar Kuburan – Aditya & Rumaisha):

Aditya & Rumaisha pakai ikat kepala membawa sajian kembang dan buah.

Aditya & Rumaisha           : Mbah Mbak ini saya datang Mbah, meniko persembahan kulo, buah terbaik dan kembang terbaik. Kulo nyuwun sehat lan rezeki ingkang katah nggih Mbah.

Setan kecil ( Hafiz & Ajib) : Ho oh sesuk teko menenh nggowo sing akeh yoo. Yoo tak tompo permintaanmu. Sesuk persembahane aku njaluk handpone Iphone 15 pro max.

Aditya            : Aduh Mbah, permintaannya kok angel men. Kulo mawon madange poso senin kemis lho Mbah, Hand pone Oppo mawon nggih, niki nggen kulo peko ( menunduk)

Hafiz              : Emoh kuwi HP murahan, pokoke tunjuke pengabdianmu, persembahno HP Iphone 15 pro max titik.

Aditya            : Nggih Mbah nuwun.

(Sepi, di balik pohon Hafiz dan Ajib makan buahnya he he)

Take 2 ( Pohon Besar Kuburan- Vido)

Vido berniat menebang pohon besar dengan belati panjang, datang dengan penuh kemarahan.

Vido  : Dasar pohon setan, bikin orang-orang musrik. Tidak sembahyang di mushola malah podo sembahyang di Pohon keramat. Keramat opo, keramat palsu. (mematahkan pohon dengan belati)

Hafiz & Ajib : Sek seko ojo kesusu Bro. Tahan dulu niatmu. Sesuk ning ngisor kasurmu tak jamin ono duwit satus ewu nbendino.

Vido : (Berpikir) Opo iyo? Tenan

Ajib  : Tenan, nak rak percoyo tanah sak kuburane  5 hektar iki pekko.

Vido : (Membatin “ jaman lagi susyah begini, ekonomi lagi tidak baik-baik saja, efisiensi anggaran, gas melon angel) Yo wes deal. Aku tak balik.

Take 3 ( Rumah, Kasur – Vido)

Besoknya setiap bangun tidur di bawah Kasur Vido menemukan uang merah 100 RB. Hari ke 4 mulai kosong, Vido marah.

Vido : Wah ngapusi ki setan. Awas koe tak penggal pohone ! (Sambil menyarungkan belati) Berjalan menuju Pohon Besar sambil marah-marah.

Take 4 ( Pohon Besar – Vido vs Hafiz Ajib)

Vido :    Hay setan alas kowe ngapusi aku. Jare mbendino ono dit mau esuk ora ono. Kowe ngapusi aku yo, awas tak penggal pohon wingit iki (sambil mematahkan pohon besar dengan belati. Tapi semakin keras tidak mempan).

Hafiz :   Ha ha ha wingi kowe teko nggowo niat Ikhlas iso nebang wit iki. Saiki rak iso mergo niatmu mergo duit, wes ora Ikhlas. Makane ora kuwat ha ha hua hua

####

Scenes 2: JAMBANGAN PECAH

Tokoh : Nikmah Yuana, Hafiz, Rumaisha, Khanza, Aditya, dll

Take  1( Rumah Baca – Hafiz dkk)

Mereka datang berbarengan membawa buku iqro mau ngaji. Sambil nunggu guru ngajinya (Nikmah Yuana) bergurau di ruang tamu, tak sengaja jambangan yang di meja jatuh dan pecah.

Hafiz  : Waduuh (kaget Jambangan jatuh kesenggol dan pecah)

Rumaisha : Awas kamu Fiz nanti dimarahi ustadzah. Katanya ini jambangan antik lho, kesayangan bu guru.

Kanza : Iya setiap pagi dilap sama ustadzah dengan penuh sayang. Nanti ustadzah marah lho Fiz.

Take 2 ( Rumah Baca – Bu Nikmah)

Bu Nikmah datang dari dalam

Bu Nikmah : Ada apa anak-anak kok rame sekali. Lho sapa ini yang mecahin jambangan kesayangan ibu?  (sambil sedih megang pecahan jambangan) Ini jambangan kenangan dari almarhum suami dibeli dari Arab pas umroh. Gimana ibu ngga punya kenangan lagi.

Rumaisha : Hafiz bu

Kanza   : Hafiz ustadzah

Barengan : Hafiz Hafiz

Hafiz       : Ngga bu wong saya menghindar kok, ngga nyenggol. Aditya bu tadi aku lihat dengan mata kepala sendiri.

Aditya   : Huh ngawur Hafiz bu beneran (Mereka berdebat)

###

Take 3 ( Rumah Baca – Bu Nikmah & anak anak)

Nikmah  : Sudah sudah jangan ribut. Begini ibu punya cara yang ampuh untuk membuktikan siapa pelakunya. Begini ini ada lidi dalam genggaman tangan ibu, sapu lidi ini nanti diambil satu satu ya. Barang siapa yang menemukan lidinya ditekuk berarti aman. Pegang 10 menit nanti saya balik lagi ya kita buka bersama.

Hafiz di teras buka tangan, ditemukan lidinya lurus, dia kaget “jangan-jangan nanti ketahuan.(Hafiz menekuk sendiri ujung lidi tanpa setahu teman teman”.

Nikmah : Bismillah ayo mulai buka bareng 1 2 3…..

Tibalah sesi membuka tangan bareng “, semua tangan ditemukan lidi lurus, hanya Hafiz

Anak anak rame dan toleh toleh hah ?????## kok kok

Hafiz : Bener kan kalian semua pelakunya, akua aman (sambil nepuk dada) (Yang lain bingung tolah toleh)

Nikmah : Salah Hafiz, teman kamu bener semuaa. Aslinya semua lidi itu lurus, karena kamu takut ketahuan salah, kamu tekuk kan Fiz?

Hafiz : ( malu) Eng Eng Ya bu guru Maaf Maaf , Hafiz minta maaf lain kali hati-hati.

###

Scenes 3 : UANG HILANG

Tokoh : Hafiz, Rumaisha dan anak anak lain.

Take 1 ( Rumah Baca – Hafiz, Rumaisha )

Suasana BTAQ , mereka menunggu mengaji BTAQ dan bercanda , tanpa sengaja uang hafiz jatuh keselip.

Di jalan Hafiz baru sadar ,” Lho uangku mana? Tadi dikantongku ada uang 100 an ribu”

Hafiz kembali ke rumah baca, tapi Ruang BTAQ sudah gelap , lampu mati.” Waduh lampu mati lagi”

Take 2 ( Rumah Baca – Hafiz & Rumaisha)

Hafiz mengorek ngorek teras mencari uang. Datang Rumaisha pas lewat menanyakan.

Rumaisha : Hafiz lagi ngopo, kayak orang bingung. Kesambet setan lho maghrib maghrib.

Hafiz : Aku lagi cari uangku. Uangku jatuh mau tak beliin “Kembang Api eek” (sambil mencari cari)

Rumaisha : Emang uangnya ilang Dimana?

Hafiz : Di dalem ruang ngaji

Rumaisha : Lha kok digoleki neng kini aneh Fiz Fiz

Hafiz      : Lha ning njero peteng ogh rak ketok. Dadi tak nggoleki ning jobo sing padang ben ketemu.

Rumaisha : Oalah ( nepuk jidat)

###

Scenes 4 : PERMATA PALSU

Tokoh : Khanza, Aditya, Hafiz, Ajib

Take 1 (Di Teras Rumah Baca – Khanza & Aditya )

Khanza memakai gelang permata cantik.

Aditya : (sedikit iri) Kanza gelangmu bagus banget.

Khanza : Ya bagus tho? Hadiah ulang tahun dari Mamahku, permata asli dari laut Pantai Selatan. Kabarnya nih iki bekas gelange Nyi Roro Kidul. Tambah ayu tho aku (Kemayu sambil pegang” tangan)

Aditya : Bisa untuk cowok nggak? Pinjam dong sebentar aja 1 hari, mau tak pake mangkat ultah sohibku.

Khanza : Hm hm piye yooo ( mikir) Ngko aku nak seneni ibuke piye?

Aditya : Halah pliis sedilut waee yoo

Khanza : Ok ok ( nyerahin gelang terus dipakai Adit)

Take 2 ( Jalan Rumah Pak Kamsi- Hafiz & Aditya, Ajib )

Aditya berjalan dengan gagah sesekali melihat tangan.

Aditya : Wah ini gelang permata keren.

Hafiz : Woy Aditya mau kemana? (Lihat tangan Aditya) Wih gelangmu keren banget. Dari mana tuh barang?

Aditya : Ada deh. Apik tho makin ngganteng rak aku (sambil cengengesan bergaya kaya pragawan)

Hafiz : Silihi tho Dit aku yo pingin.

Ajib  : Aku nyilih yo (Mereka berdua ambil gelang rebutan hingga patah)

Aditya : Hah? Kowe ki asem tenan. Dadi rusak ki gelange (Adit mengumpulkan manik – manik)

Take 3 ( Tempat kerja – Aditya , Khanza)

Aditya bekerja keras untuk mengembalikan gelang permata, hingga jatuh miskin pakai kaos bolong-bolong di tempat kerja bangunan ( mengaduk pasir).

Khanza : Lho Dit kamu kok di sini? Kok awakmu koyo ngene saki Dit? Melaz men.

Aditya : Ya Khan (malu) sekarang aku kerja di sini, aku ngumpulin uang buat gantiin gelang permatamu yang pecah. Aku pecah Tabungan sama kerjo koyo ngene Khann.

Khanza : (Sambil melihat gelang yang dipakai) Lho gelang yang kamu balikin ini asli permata?

Aditya : He eh

Khanza: Olaah Dit kenapa ngga terus terang, kata Mamahku gelang permata punyaku tuh imitasi alias ngga asli.

Aditya : ###$$$$ (Melongo )

###

 Scenes 5 : MAKAN DI LUAR

Tokoh : Bu Nikmah, Hafiz, Alam , Adelia

Take 1 ( Ruang Tamu : Nikmah & anak anak)

Sambil nunggu berbuka mereka duduk duduk di teras.

Hafiz : Maghrib nak dienteni kok suwee men yoo.

Nikmah : Sabar sebentar lagi.

Adela  : Nanti bukanya pakai apa Buk? Ayam goreng yah? Bosen Tahu tempe terus.

Alam : Iya Esuk tempe, sore tempe, Tempe goreng, kering tempe, tempe bacem. Bosen buk buk.

Hafiz : Kalo ngga Lele, serba lele : Lele goreng, Lele bakar, Lele bumbu rujak, Lele goreng lagi, Lele bakar lagi sampai jeleh buk buk! Nanti rupaku nganti koyo Lele buk.

Adela: Sekali-kali makan di luar tho buk, biar variasi.

Barengan : Iya buk iyabuk ngga tempe lele teruus. (sambil bersungut”)

Nikmah : Eeh kita harus bersyukur Nak sudah diaksih rizqi sama Allah. Lihat tuh anak-anak di kolong jembatan ngga bisa makan 3 hari. Kita mah bisa makan tiap hari meski pakai Tempe , Lele, sudah cukup Le. Bersyukur nanti kita bakal ditambah nikmat sama Allah.

Hafiz : Ya buuk tapi pingin juga ngerasain makan di luar Buk. Di café café tu lho kaya temen temen. Gacoan, Mie penyet, Ayam Kentaki.

Nikmah:OK ok tak turuti, tunggu 10 menit yoo. Kono gek ndang siap-siap. Ibuk yo arep siap-siap.

Barengan : Asyik … makan di Café , Gacoan…. (riuh suara anak , Ganti pakai baju bagus)

Take 2 (Di Teras – all cast)

Ibu menyiapkan makanan di teras.

Nikmah : Anak-anak makanan sudah siap, sebentar lagi buka , ayoo siniii

Anak semua : Nggih buu ( menuju teras)

Hafiz : Lho Buk katanya makan di luar . kok di Teras

Nikmah : Iya makan di luar … Luar rumah, in ikan kita makan di luar ya Nak (senyum-senyum). Lagian Kolame almarhum bapakmu ki rak entek dipangan 7 turunan, pesene bapakmu kon maem lele ben kuat pinterr… (video kolam lele)

Alam : Alah ibuk ki ngga asyik …..

###

Scenes 6 : BELATI TUA

Tokoh : Nikmah, Hafiz, Vido

Take 1 ( Di Ruang Tamu – Nikmah, Vido)

Bu Nikmah santai di Ruang Tamu, datang Vido bertamu.

Vido : Assalaamualaikum

NIkmah : Waalaikum salaam , silahkan masuk silahkan duduk. Ada perlu nopo nggih?

Vido : (duduk) Begini bu saya perwakilan dari Pusat Pencak Silat Sabuk Nogo Sosro Sabuk Inten, mbade ngendiko. Perkumpulan ini kan mau festival Peringatan Hari Santet sedunia, sedang mencari pusaka “Belati kuno”, belati antik. Dihargai mahal lho bu. 200 juta , Jenengan gadhah mboten ?

Nikmah: (Mikir) wah mboten gadah Mas. Kulo gadhahe peso dapur niku, dingge ngrajang bawang , sayur mayur.

Vido  : Mengke menawi sampun nggadah WA kulo nggih, niki kulo paring nomeripun.

Take 2 ( Di Ruang Tamu – Nikmah Hafiz)

Hafiz : Assalaamualaikum

Nikmah : Waalaikum salaam… silahkan duduk dari pada kedahuluan orang. Ada perlu apa gerangan Mas bagus?

Hafiz  : Niki buk kulo gadhah Pusaka kuno, Belati kuno saking warisan Mbah Uyut. Kulo niki rak butuh artho ngge biaya sekolah , monggo bu naming 100 juta mawon.

Nikmah : ( Mengingat) Baik baik insyaallah. Nanging mbayare ngangge Paris nggih.

Hafis : Nopo Qris ?

Nikmah : Yo kuwi susah men ngomonge. Paris Karis samilah (Transaksi)

Take 3 ( Teras – Nikmah , Khanza)

Bu Nikmah di teras bergumam sendiri,” Iki piye tho kok malah diblokir. Jare arep tuku 200 juta.”

Khanza : Bu Nikmah wonten nopo kok sajakke bingung , galau .

Bu Nikmah : Iki lho Khaan Kemari ada orang mau cari Belati pusaka dihargai 200 juta, tak WA kok malah diblokir.

Khanza : Lho Bu Nikmah kepanggih tiyang niku tho. Kalo wingi Pak De kulo nggeh sami, persis kalian ibu, naming nggih diapusi. Tukange meniko sampun kong kali kong.

Take 4 ( Jalan – Hafiz Vido)

Hafiz : Wah lumayan ki 100 juta iso nggo tuku HP Ipone 15 pro max, nginep hotel bintan 7 sewulan, nongki plesiran kapal pesiar wah .

Vido : Bagi loro tho ojo mbok pek kabeh Fiz.

###

Kostum:

Bu Nikmat: gamis rapi, ganti

Anak-anak: baju biasa, baju Ganti, baju bagus

Perlengkapan:

Sesajen kembang & buah

Gelang permata pura pura

Makanan Lele dkk

Belati Tua

Properti:

Kamera 2

Tripod

Perekam /HP

Clipper

Naskah film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *