Pada tanggal 16 Mei 2017 kami keluarga besar Mbah Zen jagong ke Wonogiri. Aku, suamiku, Mbak, Mas, dan ponakanku. Berenam kami melintasi jalur ndeso pelosok, di kaki bukit Gunung Sindoro. Jalannya berkelok kelok, seperti huruf S bersambung. Pulangnya sampai Surakarta menjelang maghrib. Ada telpon masuk.
“Hallo dari mana ya?”
“Net TV.”
” Maaf saya sudah berlangganan Trans TV.” Kukira orang nawari TV kabel.
“Bukan,bu. Kami mau meliput kegiatan RB Sampun Maos.”
Berikutnya dihari Kamis, kru Net TV Jateng datang ke rumah baca Sampun Maos. Mereka Mbak Apsari (host) dan Mas Fahmi (kameramen). Kami diwawancarai tentang seputar kegiatan RB Sampun Maos. Hari itu juga dibicarakan adegan adegan yang mau diambil gambar. Adegan yang diminta adalah: wudhu, sholat, ngaji, dan tampilan seni. Acara “Sambang Sedulur” ini rencana ditayangkan untuk bulan Ramadhan.
Hari Jumatnya kami (bunda dan kru guru) melakukan serentetan gladi bersih untuk persiapan shooting. Pertama latihan berwudhu, dikomando oleh Ust Jay. Berikutnya iqomah dan sholat berjamaah yang dipimpin oleh Usr Jay pula. Dasar anak anak, begitu latihan sholat barisan belakang pringas pringis.
Selesai latihan praktek sholat, sekarang saat berlatih angklung dan rebana. Kru pemain angklung berbaris rapi di teras. Lagi Hymne Guru berkumandang.
Kompak, serentak tanpa salah. Latihan angklung dikomandani Bu Nikmat. Berikutnya pamungkas acara latihan rebana, dibawah asuhan.

Woww seru. Anak anak pada berebutan alat musik. Biasanya gong dan bass yang paling diminati. Butuh waktu 30 menit untuk menenangkan kericuhan anak anak. Tunggu waktunya shooting ya, hari Rabu dan Jumat.