Di bawah Pegunungan Wonosobo ;
Aku duduk sendiri berteman angin dan rintik hujan ;
Aku sedang memikirkan sesuatu;
Sesuatu yang rahasia dan sembunyi
Aku mau membangun Kerajaan kecil ;
Kerajaan kecil di bawah kawah Sinkidan ;
Kerajaan yang …:
Rakyatnya makmur saling sapa;
Kerajaan yang dipimpin Raja diraja ;
Raja yang mengasuh rakyatnya dengan harapan;
Rakyat yang miliki harapan dan Tujuan ;
Rakyat yang saling support dan kuat;
Rakyat yang mencapai ekspetasi dan Tujuan
Aku mau membangun Kerajaan kecil di bawah kawah Sinkidan
Negeri indah bercahaya bintang
Saling sapa dan support , juga cinta
Negeri yang tidak ada benci dan dendam
Negeri yang penuh senyum renjana
Keluarga sakinah mawaddah
Tetangga yang damai dan sejahtera
Dingin ini dingin yang baik ;
Menggigil dingin di ramban Teh Tambi
Aku mencintaimu dengan hati
Teh merah yang pahit , namun tak sepahit Kerajaan kecil
Aku mencintai kamu
Seperti Teh Tambi yang pahit
Meski kamu tak mencintaiku
Aku tetap mencintaimu
Cintaku setinggi Candi ” di hatimu
Candi Arjuna, serupa wajahmu
Candi Semar, sebijak hatimu
Candi Srikandi, sekuat dirimu
Candi Puntadewa, segagah jiwamu
Candi Sembadra, secantik hatimu
Candi Dwarawati, sehalus budimu
dan Candi Bima, tak lekang berkalang tanah
Itu cintaku padamu
Nikmah Yuana, Wonosobo Sabtu 1 November 2025
Note: Puisi ini di tulis di kaki gunung Sindoro, Teh Tambi . Dibacakan di acara Pensi Jurusan Akuntansi Buiding Character , Dieng Teh Tambi Wonosobo
