by Nikmah Yuana (dimuat dalam Antologi Cerpen Songlit Babad Bumi ” Denting Nada dalam Cerita”
Jam 5 sore Kinanti masih berkutat pada pekerjaannya. Padahal ini Jumat sore, sebentar lagi hari bebas Wanita karier, bisa jalan-jalan ke Mall sama bestie. Besok malamnya weekend bareng sang pacar. Kinanti masih asyik mengedit ulang video klip Iklan produk customer. Bulan Desember adalah bulan-bulan yang sangat ramai dengan iklan layanan Masyarakat atau produk baru menjelang tahun baru. Kinanti bukannya mengeluh, malah bersyukur dia bisa menenggelamkan dirinya pada pekerjaan yang tak kunjung usai.
Sebenarnya Kinanti malas pulang ke rumah. Pulang ke rumah rasanya hampa, sepi tak ada notif dari Doi, atau telpon Ayang. Hmm Kinanti senyum-senyum, Pacar aja tidak punya apalagi selingkuhan. Rasanya enak membayangkan miliki pacar tetap, terus ditambah pacar gelap. Hari jumat indehoy dengan pacar gelap, malam minggu dinner bareng pacar. Tentu hidup ini akan terasa berbunga-bunga, hati penuh dengan bunga. Ada Bunga Mawar, Bunga Melati, Anggrek, Dahlia …. Semuanya indah (Eh malah nyanyi).
Selain itu Kinanti malas pulang, jika ditanya “Sudah punya calon belum?”. “Kapan nikah?” Usia Kinanti memang sudah masuk 34, bulan depan April 35 th. Usia yang cukup matang, kalau semisal tinggal di desa sudah dikatakan perawan tua. Atau malu dibilang tak laku-laku. Perawan tua tak laku-laku. Sebenarnya Kinanti bukannya jelek, tapi hitam manis. Kinanti cuma malas berdandan, biarlah yang suka biar suka aja, bukan karena makeup. Pernah sih ada yang menyukai, dan sudah menjalin hubungan tiga bulan, Eh ternyata cowoknya suami orang. Kinanti didamprat habis-habisan sama istri syah, betapa malunya. Yang ke dua tetangganya, duda cerai. Sudah menjalani hubungan dengan duda cerai 6 bulan, eh balikan lagi sama mantan istri. Kenapa hubungannya selalu salah, Kinanti tak habis pikir. Sekarang Kinanti mesti hati-hati memilih pasangan.
“Kinan ayo pulang.” Jeni mencolek sambil bergegas beberes meja.
“Ah tanggung nih sebentar lagi. “
“Kan bisa besok Senin Kinan, yuk jalan-jalan ke Mall. Ada Mall baru buka nih di Semarang bawah.”
“Males ah, enakan rebahan.”
“Ayuk.”
“Nggak kamu pulang sana. Selamat weekend”, Balas Kinanti masih sibuk menggerakkan krusor mouse.
Tak terasa Senin sudah tiba.
“Senin lagi, senin lagi. “Sungut Jeni malas,” Perasaan baru kemarin weekend.”
“Ayok semangatlah. Pagi ini dipanggil meeting sama Pak Santoso, Manajer produksi.”
Pagi itu dibuka meeting perkenalan dengan crew baru, ada dua cowok cewek. Si Cowok bernama, Panji Kertanegara masih muda, baru lulus Akademi Desain Grafis “AKADEFIS”. Kampus yang lumayan tenar melahirkan sarjana desain grafis dan media digital. Yang kedua, cewek bernama, Wulan Cahaya lulusan baru juga dari kampus yang sama. Perhatian Kinanti ke Panji, cowok berbadan atletis , rambut ikal dan berkaca mata. Seandainya kaca matanya dilepas cowok ini ganteng banget, batinnya. Hidungnya mancung dan bibirnya seksi, ah (kok malah kemana-mana). Cepat-cepat Kinanti menunduk, kedua tangannya bertaut dan saling memilin. Dia mendongak lagi, alamak cowok itu pun sedang menatapnya. Sekitar ada lima detik mak plass, Kinanti jadi salah tingkah.
Entah dewi fortuna apa, Panji dipasangkan dengan dirinya, artinya jadi anak magang di bawah komandonya. Wulan dipasangkan dengan Jeni.
“Kinan, tukar anak magang dong. Tuh cowok cakep banget tahu.” Rayu Jeni .
“ Ngga bisa, sudah dibagi sama Bos, week.” Balas Kinan menggoda. “Lagian kamu sudah punya Bayu, malah mendua.”
Sebagai anak magang baru, Panji duduknya tentu disebelah kubikel Kinanti, Jeni pindah bersamaan dengan Wulan. Sebagai asisten Panji banyak bekerja dengan Kinanti, membantu membuat desain gambar, atau mengedit video. Panji belajar banyak darinya. Suatu ketika banyak orderan, Kinanti sedang mengerjakan dua proyek bersamaan. Karena deadline, dan customernya rewel, Kinanti disibukkan dengan ngedit. Panji dibiarkan berkreasi tanpa banyak arahan darinya. Hasilnya luar biasa, desain Panji sangat keren, dan menjadi desain terbaik bulan April. Yang dapat nama Kinanti, karena Panji mengatakan desainnya adalah konsep dari Kinanti. Barulah Kinanti tahu Panji cowok cerdas, kreatif, dan rendah hati.
Pagi ini di meja kubikel Kinanti tergeletak satu tangkai Mawar bertuliskan “happy birthday Kak Kinanti”. Kinanti senang tentu, senyum-senyum dari sapa bunga ini? Kelihatannya dia punya pengagum rahasia, hari tanggal lahirnya 4 April . Di pita bunga itu ada inisial ip, Bunga Mawar itu dicium-cium dan disembunyikan di loker.
“Aih aih.. apa tuh. Yang lagi bahagiaa.” Kata Jeni mengageti.
“Ngga papa biasa saja.” Jawab Kinan malu.
“Happy birthday to you.” Ucap Jeni sembari menyerahkan kotak Donut di hadapan.
“Makasyih Jen love you.” Orang-orang kantor pada ngucapin selamat ultah Kinan, baik langsung atau via WA.
Datang Panji dengan gayanya yang cool santuy aja duduk di kubikel.”Ada tugas baru Kak.”
“Ini ini dan ini banyak. Semua ada empat job, harus selesai minggu ini. “ Jelas Kinanti sungguh-sungguh sambil menunjuk krusor mouse.
Yang dijelaskan memandangnya nanap. Bukan memandang komputer, malah memandang ujung hidung Kinanti.
“Ada apa dengan hidungku? “
“Ada nyamuk,” Katanya senyum-senyum,” Nggak maksudku hidung Kak Kinan bagus, mbangir.”
“Ah kamu ada-ada aja,” Kata Kinan malu.”Ayo fokus kesini… dan ini…”
Jumat ini sangat melelahkan. Kinan memberesi meja, memilah job yang sudah selesai dan belum. Bergegas dia keluar ruangan, di Teras ketahuan ternyata hujan lebat. Hujan sangat lebat, kalaupun nekat pakai jas hujan, pasti tetap basah. Belum lagi petir dan kilat mengelegar. Sekali lagi Kinan kaget, dia memeluk tas dan bersedekap, menunggu hujan di bawah titian air talang hujan.
“Eh Kak Kinan belum pulang.” baru saja Panji keluar pintu menengok Kinan sendirian.
“Iya nunggu hujan nih,”
“Aku temenin Kak, sampai hujan reda.”
Kinan diam tapi duduknya bergeser ke kiri, yang selanjutnya Panji menduduki tempatnya.
“Kak boleh aku panggil Kakak, Kinan aja, atau Kai, biar akrab gitu .”
“Emang ngapa?”
“Biar akrab aja he he, Kai panggil aku Ipan ya.” Kata Panji sambil mengerling menggoda.
“Boleh Ipan.” Kinanti senyum-senyum, rasanya hatinya mencelos berbunga-bunga. Ingatannya mengarah ke momen setangkai bunga mawar dengan inisial “ip”. Rasanya hujan biar hujan terus, tolong hujan.. jangan berhenti.
Benar saja hujan semakin malam semakin deras. “Kai kayaknya hujan nggak bakal berhenti deh, ayuh aku antar pulang.”
“Motorku gimana dong.”
“Tinggal aja, aman kok. Tinggal bilang sama security aman aman. Besok pagi Kai aku jemput.”
Awalnya Kinanti ragu, tapi karena hujan tak kunjung reda, orang rumah sudah wa nanya kapan pulang, Kinan menyerah. Kinan manut ikut mobil Panji, Brio kuning itu pun melaju. Sepanjang jalan Ipan mengajak mengobrol seru tentang Drama Korea atau musik. Keduanya seperti cocok, sesekali Ipan mengeluarkan joke yang buat Kinan tertawa terbahak-bahak. Kinan sangat Bahagia, baru kali ini ada cowok yang mampu membuat dia melayang dan senang.
Sementara Panji memandang Kinan dengan sayang. Bila tertawa tampak dekik di kedua pipi Kinan menambah manis. Panji jadi senang membuat joke lucu-lucu, dengan harapan Kinan tertawa dan berhasil. Kinan tampak semakin ayu dan manis.
“Itu rumahku. Terimaksih ya sudah mengantar.”
Sebelum turun Panji meraih tangan Kinan, “Kai besok malam aku jemput ya kita jalan-jalan. Dinner.. kabarnya ada Mall baru di Semarang bawah. Kita hunting yuk.”
“Hmm gimana yaa? Kinan mikir,” Baik ok makasih.”
“See you ketemu besok”
Kinan sudah di WA Panji bakal dijempul pukul 16.00 wib. Jam 14.00 wib Kinan sudah siap siap. Dia memilih Dress pink, Ganti maroon, Ganti pink lagi, Burgundy .. ini aja deh. Dress burgundy yang lagi viral dengan hijab hitam. Jantung Kinanti berdebar-debar, rasanya melangit. Dia melihat senyum Panji di mana-mana, di baskom, di wastafel, di cermin, kotak make up, sampai kotak tisu he he.
Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan jalan-jalan muter di Mall, beli tsirt kapelan, capek makan Mie di Gacoan. Mereka mengobrol seru, rasanya dunia milik berdua. Kinan suka pedas, Ipan juga suka pedas, Kinan suka music rock, Ipan apalagi.
Tanpa ucapan I love you, aku cinta padamu, Kinan sudah merasa dicintai oleh Ipan. Kinan sangat bahagia sekali. Meski Ipan lebih muda, tapi pembawaannya dewasa, wawasannya luas. Ipan menunjukkan fashion yang bagus, warna yang maching, perawatan, dan hobbi lain. Seperti menyanyi dan musik. Ipan jago main gitar, sesekali mereka nyanyi berdua dengan petikan gitar. Kalau sudah begini Kinanti tak ingin pergi.
Di tempat pekerjaan mereka semakin akrab. Kinanti jadi semangat berangkat kerja, menambah booster gairah dalam pekerjaan. Ide-ide Kinan jadi keluar deras, desainnya dianggap terbaik tiga bulan belakangan ini. Pak Santoso menganugerahi dia medali Karyawan Terbaik. Penampilan Kinanti juga berubah,jadi lebih modis dan berkelas. Mukanya jadi tambah cantik elegan, percaya diri. Rupanya jatuh cinta bisa merubah penampilan seseorang jadi cantik.
Belakangan ini sudah dua minggu Ipan membawa dia jalan jalan, di dasbor mobil selalu terpasang lagu “Sephia” , Sheila on 7.
“Selamat tidur kekasih gelapku
Semoga cepat kau lupakan aku
Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk melupakanmu
Selamat tinggal kasih tak terungkap
Semoga kau lupakan aku dengan cepat
Hei sephia…..”
“Ipan ngapa sih kamu menyetel lagu itu terus, sedih tahu. Gantilah dengan lagu yang lain, lagu gembira “Aku cinta “ kek “Kasmaran” kek.”
“Hmm akuu lagi suka ngedengernya,” Jawab Ipan menunduk. Kelihatan sedih dan berat.
“Kamu lagi sedih ya. Bilang dong sama akuu, sapa tahu aku bisa kasih solusi.”
“Hmm masalahnya ini ngga ada solusinyaa Kaii.” Ipan memandang luar nanar. Diputarnya kemudi dengan ogah.
“Janji ya Kaii apa pun yang terjadi Kau akan baik-baik saja.” Begitu pesan Ipan ketika Kinan turun .
Sudah dua minggu ini Panji tak masuk kantor. Kinan merasa malas, tidak bergairah. Berkali-kali dia memandang kubikel Panji yang sekarang kosong.
Jeni nyamperi kubikel Kinan, dia merasa kasihan. Rupanya sohibnya lagi berkabung, eh bersedih. Dia tahu Kinan ada hubungan dengan Panji, dia juga tahu sudah dua minggu Panji tak masuk kantor.
“Hai Kinan, nanti sore jalan -jalan yuk.”
“Malas ah,” Kinan tidak bergairah sama sekali.
Esoknya kantor ramai dengan rumor anak owner mau tunangan, semua diundang. Tepatnya Sabtu Minggu depan. Orang-orang kantor, terutama yang ciwi ciwi rame ngebahas dress apa yang dipakai. Salon mana yang bagus.
Sudah dua minggu ini WA Kinan tidak dibalas Panji. Panji seperti menghilang. Menghilang tanpa penjelasan, rasanya sakit. Kinan patah hati yang ke sekian. Panji adalah harapan Kinan satu-satunya, dia merasa Panji cowok yang dewasa, berwawasan luas. Panjilah yang mengenalkan dia fashion, makanan viral, etiket, dan gaya foto. Kinan yang sekarang jadi Perempuan karier yang cerdas semerlang, dapat penghargaan Karyawan terbaik, tambah cantik, fashionable. Panjilah pahlawannya.
Kinan sudah memesan Taksi . Dia memakai baju dress burgundy hijab hitam seperti ketika pertama kali kencan dengan Panji. Entah dia merasa jiwanya terhubung, dia bakal ketemu dengan Panji. “Panji pasti datang!” gumamnya.
“Selamat datang tamu tamu terhormat. Hari ini adalah hari yang paling berbahagia, bagi Pak Sapta Kertanegara, owner Perusahaan kita “DS” .” Pembawa acara memulai acara dengan mengenalkan owner Perusahaan , Pak Sapta Kertanegara. Disebelahnya.. tunggu-tunggu, dia kan Panji.
Kinanti membuka mata memastikan cowok berkemeja biru dan kaca mata yang tidak asing. Benar saja, Panji.
“Ipaan!” Tak sengaja Kinanti berteriak kecil.
Panji menoleh, lalu berjalan mendatangi Kinanti. Panji menggandengn cewek berkulit putih, mirip artis Korea. Cewek cantik itu memakai Dress biru warna yang sama dengan Panji, di tangannya ada buket bunga burgundy.
“Hai Kaii kenalin ini Sindy.”
“Kinanti Sehati.”
“Sindy Melati” mereka berjabat tangan berkenalan. Meski gemetar Kinanti memaksakan senyum. Kakinya rasanya bergetar mau ambruk.
“Sindy ini putri sahabat ayahku. “
Acara dilanjutkan dengan syahdu pertunangan antara Panji Kertanegara & Sindy Melati. Rupanya Panji ini anak owner PT “DS” , Perusahaan Desain Grafis terbesar di Kota Semarang. Pantesan Panji anak owner, dia memiliki nama keluarga Kertanegara. Kenapa nggak kepikiran selama ini, batin Kinanti.
Belum selesai acara Kinan sudah pamitan dan memesan Taksi. Hujan rintik menambah suasana Kinan patah hati. Tak dinyana di dasbor , terdengar musik yang tak asing lagi.
“ Hei sephia
Malam ini ku takkan datang
Mencoba tuk berpaling sayang
Dari cintamu
Hei sephia
Malam ini ku takkan pulang
Tak usah kau mencari aku
Demi cintamu
Hadapilah ini
Kisah kita takkan abadi
Selamat tidur kekasih gelapku”
Titimangsa:
Semarang, 20 Agustus 2025
Bionarasi:
Nikmatuniayah adalah Dosen negeri di Politeknik Negeri Semarang. Nama pena, Nikmah Yuana ini juga founder Rumah Baca Sampun Maos ( sejak 16 Agustus 2016), dan Lapak Baca Taman Tirto Agung (sejak Agustus 2024). Nikmah Yuana menulis Blog di sampunmaos.com, seorang Conten creator Youtube Sampun Maos, music dan film. Nikmah Yuana adalah penulis scenario Film, Puisi, Cerpen, dan Antologi. Buku yang sudah terbit : Dosen Kentir Belajar Nyetir; Cinta dibalik Hemodialisis; Ayo Mondok. Nikmah Yuana sudah menulis 11 buku Antologi ber ISBN. Ibu berputra dua ini memiliki motto: Hidup untuk berjuang, Berjuang untuk Hidup.
