SKENARIO FILM “TABUNGAN NIKAH” KARYA NIKMAH YUANA

SKENARIO FILM RBSM

TABUNGAN NIKAH

Karya Nikmah Yuana

Tokoh :

Ibu Nikmah , profesi bakul jamu

Satrya anak, profesi Ojek online

Puyy pacar, teller Bank

Darisman, Makelar Tanah

Lokasi :

Rumah Bu Nikmat

Taman Pelangi

Tanah kebon belakang

Kantor , (Bank) Rumah Mbak Lies

Cerita Pendek:

Satrya dan Puyy sudah lama pacaran 5 tahun,  dari kelas 2 SMP, putus nyambung. Suatu sore di Taman Puyy minta dihalalin, Satrya yang berprofesi sebagai ojek online baru mengumpulkan uang untuk mahar menikah.

Suatu siang Ibu nikmat berbincang dengan Satrya, minta dia segera nikah, pingin punya cucu. Bu Nikmat menawarkan tanah peninggalan ayah bisa dijual untuk biaya nikah.

Bu Nikmah yang jualan jamu, mengeluh sama pelanggan bila anak laki satu satunya belum nikah. Berniat mau jual Tanah warisan bapak. Pelanggan menyanggupi mencarikan makelar Tanah.

Terjadi transaksi jual beli tanah dengan makelar Tanah, Darisman. Bu Nikmat berniat menyetor ke Bank Duit. Puyy sebagai teller berbuat curang dalam penghitungan lembar uang seratusan. 15 gepok , dihitung 14 gepok. Dia biasa melakukan aksi tersebut (untuk Tabungan nikah katanya).

Hanse curhat bila ibunya sudah menjual tanah, harusnya 150 jt , hilang jadi 140 juta aneh. Tanya-tanya, Puyy merasa kok seperti ibunya yang tadi, ternyata calon ibu mertua.

Puyy ke rumah Satrya, menemui ibu dan minta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi. Ibunya memaafkan.

Lusa Ibu minta dikenalkan calon mantu. “Satrya mana calon mantu Ibu?”

Dengan takut takut, malu Puyy menemui ibu …… Ibu Nikmat,” Haaa” terpengarah.

Take 1 (Taman Pelangi)

Adegan Satrya dan Puyy pacaran di Taman Pelangi. Berjalan-jalan, bergandengan tangan, duduk duduk, berbincang.

Puyy : Mas Mas (sambil colek colek, yang dicolek acuh main HP).

Satrya : Yaaa ngapaaa

Puyy : Kita kan udah lama pacarana nih, 5 Tahun sejak kelas 2 SMP, putus nyambung putus nyambung. Halalin aku Mas, aku malu  ditanya “kapan nikah”

Satrya : Sabar Dek kan aku baru nabung nikah. Penghasilan aku dari Ojek rata-rata per hari 100 kali 30 , satu bulan 3000.000. Di tabung 2 tahun 72.000.000. Tahun depan ya Dek? Sabar

Puyy : Kelamaan Mas. Temenku udah punya anak, aku masih pacarana ngga jelas.

Satrya : Sabarr sabaarr (sambil senyum senyum)

Puyy : Sabarr terus (dalam hati sebel)

Take 2 ( Rumah Bu Nikmat)

Bu Nikmat menyiapkan dagangan jamu dibantu Satrya, berbincang-bincang dengan Satrya.

Bu Nikmat : Satryaa (sambil nata jamu)

Satrya       : Ya Buk

Bu Nikmat : Kamu itu lho Le, “kapan nikah?”,  Ibuk ini malu lho lho Le ditanya pelanggan-pelanggan. Setiap kali jualan ditanya,” Kapan Mas Satrya nikah Bu Nikmat”. Temen-temene ibu iki wes do duwe putu. Ibuk yo pingin momong cucu.

Satrya : (cengengesan) Sabar Buk, nanti juga kalo tiba waktunya Hanse nikah juga.

Bu Nikmat : Heh? Opo wes nduwe calon tho Le?

Satrya  : Sampun Bu, uayuu areke. Teller Bank buk, ayu pinter mesti ibuk seneng.

Bu Nikmat: Lha iyo dikenalke kene.

Take 3 (Rumah Tetangga , Bu Nikmat jualan jamu)

Bu Nikmat dengan kebaya keliling jualan jamum tiba di rumah pelanggan. Melayani pelanggan, menuang jamu di gelas dan menyodorkan.

Pelanggan 1: Bu Nikmat Mas Satrya kapan nikah? Temennya 2 sudah pada punya anak, Mas Satrya masih ngganggur aja.

Bu Nikmat: Minta doanya ya Mbakyu. Itulah kulo niki nggih mpun pingin momong putu. Satrya masih nabung nikah bunda bunda (sambil lihat pelanggan”)

Pelangga 2 : Wah jamune Bu Nikmat ini joos tenan. Bikin segar dan kenceng he he.

Bu Nikmat : Mbakyu mbakyu kulo niki badhe sadhe tanah warisan Bapak. Nggih niku kagem Tabungan Nikah Satrya. ( sambil senyum-senyum)

Pelanggan 1 : Lha kuwi rak tanahe ombo tho. Yo wes tak bantu share grup grup WA  (sambil ketawa)

Take 4 (Tanah kosong , Bu Nikmat transaksi sama makelar)

Bu Nikmat : Ini lho Pak tanah yang mau dijual, luas 150m2. Tempate strategis dekat kampus ternama, UNDIP Politeknik Semarang.

Darisman: (mengecek batas tanah, mangut”) ok ok, boleh dinego kan bu ? per meter sewu ya (cengengesan)

Bu Nikmat : (sambil mikir) Yo wes lah demi Hanse ben ndang rabi.

Selanjutnya tanda tangan perjanjian dan surat surat.

Take 5 (Di Bank , Bu Nikmat setor uang hasil penjualan Tanah)

Puyy Teller : Silahkan bu , bisa saya bantu?

Bu Nikmat : Mengambil uang dari kantong, (15 gepok 150.000.000. 15 gepok disebar ditata diatas meja.) Ini Mbak minta tolong dimasukin Rekening.

Puy Teller : (Berbuat curang dengan mengambil satu slot stiker gelang, jadi seolah 14 gepok, lalu dihitung di depan Bu Nikmat) satu, dua, tiga, dst 14. Empat belas ya bu.

Bu Nikmat: (Bingung , perasaan tadi 15 deh, mulai dihitung satu, dua , tiga 14. Kok bisa  (masih bingung)

Puyy Teller: (Dengan percaya diri dan masa bodoh) OK 14 ya bu.

Take 6 ( Di Warung Mie Ayam)

Hanse dan Puy sang pacar sedang makan mie ayam. Puy sambil mengaduk-aduk malas, mengadu.

Puy Teller : Mas kita kan udah pacarana lama ya. Perasaan acap kali jalan selalu mie ayam, bakso, batagor, siomay, balik lagi mie ayam, bakso, batagor, siomay dan seterusnya. Kali kali ke Café gitu lho Mas biar keren. Makan bistik kek, salad atau yang romantic kayak di pilem pilem gitu lho.

Satrya : ya  ya besok besok taka jak ke café “Ngisor Ringin” (senyum senyum)

Puy Teller: Beneran kapan

Satrya: By the way ku lagi susyah nih

Puy Teller : Ngapa

Satrya: Emak gue siang tadi curhat, katanya habis jual tanah, buat biaya nikah kita. Terus mau disimpan di Bank Duit, masa uang 15 gepok berubah jadi 14 gepok. Aneh kayak ada tuyul di Bank, katanya.

Puy Teller: (sambil mikir) Sebentar” Emak lho tuh ciri-cirinya gimana?

Satrya: Suka pake kebaya kalo acara khusus, Emak gue kan jual jamu. Kulit sawo matang, manis, hidung mancung , cantik he he kayak gue ganteng turunan.

Puyy Teller: (nunduk sambil mikir, jangan” Mak yang tadi siang.

Satrya : Ayang kamu kenapa? Kaya kesambet

Puy Teller : Ngga papa

Satrya: Sedih deh. Katanya uangnya buat biaya resepsi nikahan aku, kurang 10 jt. Jahat banget ya tuyulnya. Tidak berperikemanusiaan.dan Pancasila sila ke 5, Keadilan Soial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dan melanggar UUD 45 pasal 36 “ Fakir miskin dan anak Terlantar dipelihara negara

Puy Telerr : masih bengong

Take 7

Puyy di rumah, kamar gelisah. Memikirkan perbuatan yang salah. Merasa bersalah yang mencekam, dengan mengetuk” meja. Menghela nafas, menarik rambut, dan membasuh muka berkeringat. Mencoret”

Take 8 Jalan Trotoar

Di jalan, Bu Nikmah jualan jamu dengan menggendong. Puyy yang sengaja mencegat berjalan menemui beliau, memanggil, dan ikut duduk.

Puy Teller : Bun beli jamunya.

Bu Nikmah: Ya jamu apa beras kecur, kunir asem, sari rapet. Jamu awet ayu , awet nom. (Sambil memperhatikan gadis cantik itu cermat). Kok seperti kenal ya Mbak. Mbake yang jaga Teller Bank Duit ya. Gimana Mbak, apa Tuyulnya dah ditangkap? (Nanya datar)

Puy Teller: Anu Bun maaf. Maaf saya minta maaf sebenernya … Ngga ada Tuyul. Anu Maafkan Saya bun (sambil menunduk, memegang tangan ibu) Sebenarnya selotnya saya ambil. Ini Bu uang saya kembalikan, buat biaya nikah putra Ibu.

Bu Nikmah: Lho kamu kok tahu uangnya buat Tabungan nikah anakku.

Puy Teller : (serba salah) ah eh menebak aja bu. Biasanya seusia ibu putranya kan mau nikah he he.

Bu Nikmah: (Diam sejenak) Iyaa baiklah saya maafkan. Jangan diulangi ya Nak. Cari uang yang halal, Uang haram itu jadi darah, yang orangnya bisa berubah gelap juga.

Take 9

Di Rumah Bu Nikmah dan Satrya  berbincang-bincang

Bu Nikmah: Satryaa katanya mau ngenalin calon mantu ibu? Cantik ngga? Awas kalo nggak cantik, perbaikan keturunan.

Soreee

Satrya : (Berjalan masuk rumah mengajak Puyy masuk rumah) Ibuuu ini Satrya bawa calon mantu ibu? Cantik kan bu?

Puy berjalan takut” dan nunduk menekuk lihat lantai, seakan mau menghitung jumlah ubin.

Bu Nikmah: (dari dalam) Mana mana calon mantu ibu? (Ngga sabar) Dan Ketika bersiborok dengan Puyy, tatapan tak percaya dan kaget “ Haaa, kamu kamu Mbak Teller itukan”.

Puy semakin nunduk ke dalam “Nggih” (Takut sekali)

Satrya hanya menatap ke Ibu dan Puyy gantian

Figuran : Penumpang Ojek

Kostum:

Puyy : Teller Bank, santai, casual

Satrya: Ojek, santai, casual

Bu Nikmat: Kebaya, gamis santai

Properti:

Uang 100 rb 15 bendel

Berkas jual beli

Dunak Jamu, botol jamu , ember kecil , gendongan

Kamera 2

Tripod

Perekam /HP

Clipper

Naskah film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *