Aku tak lagi bisa menggubah puisi;
Karena rasa ini dah mati
Tak ada lagi kata-kata majas;
Mencintai itu tak bisa berpura-pura;
Rasa suka itu asli karena suka, bukan dibuat-buat atau pura-pura
Tapi kamu sudah meragukan diriku
Rasanya luchu mengingat diriku : yang excited terbang seperti kupu kupu
Dan kupu-kupu itu sekarang mendekam jadi ulat lalu kepompong
Rupanya aku memang ditakdirkan untuk hanya mencintai ;
Menahan ludah dan cemburu
Kamu tak akan pernah tahu rasanya sudah “terlanjur”
