Apa yang Kau Mau?
Pesanmu belum pergi juga
Bikin Tawa, selebihnya bikin Tangis
Mangkel juga, Aku membencimu
Kalau mau kubenci aku akan membencimu
Perasaanku halus, Tak bisa bodo amat
Apa yang Kau Mau?
Kupastikan Kau tetap bahagia
Tak ada pengganggumu, mengerti?
Aku pun sudah sadar diri: menapak senja dan punya keterbatasan
Berhentilah mengirimiku Pesan tentang chatt, prioritas
Aku tidak akan mengulangi lagi , sudah lewat
Lagi pula Tak ada yang dilewati
