
Pada Hari Minggu siang pukul 09.00 WIB kami dosen-dosen polines ke Candi Arjuna. Sebuah candi yang berada di ketinggian Dieng. Hari hujan jadi kami berpayung dan sebagian berkemul jas hujan. Ada pengunjung yang sebagian memakai jas hijan warna-warni, berpose berpelukan jadi mirip Teletubbies.
Area pertama kami melewati Candi yang sepertinya sudah roboh atau prasasti. Tinggal puing-puing atau batu berjajar. Selanjutnya kami sampai di Candi Arjuna, dan deretan Candi lainnya. Bangunannya masih kokoh, dan kuat. Rasanya adem, dingin, udara segar. Hampir semua bangunan Candi itu berada di ketinggian. Seperti apa hebatnya orang dahulu, membangun candi, membawa batu-batu ke atas. Alat berat apa yang dipakai sehingga bangunan Candi begitu megah.
Karena hujan kita segera undur diri, keluar dengan berpayung. Di luar banyak UMKM yang menjual hasil bumi Dieng, seperti Carica, Kentang, Cabe gendot, Ubi ungu, Kopi Purwoceng. Kopi Purwoceng ini sangat berkasiat untuk stamina, terutama menambah gairah cinta. Kopi Purwoceng ini ada di novel, “Nyai Gowok”. Aku membelinya untuk stamina he he.


